Alas, 16 Agustus 2026 — Ada yang berlari menuju garis finis, ada yang justru mengambil arah berbeda. Ada yang balonnya pecah lalu menangis, ada pula yang sudah berhasil menjepit balon tetapi memilih diam. Di balik kejadian-kejadian sederhana itu, tersimpan cerita tentang keberanian, kesabaran, dan kejutan yang membuat perayaan Agustusan di SLB Negeri 2 Sumbawa terasa begitu istimewa.
Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SLB Negeri 2 Sumbawa menggelar berbagai lomba Agustusan selama dua hari, Rabu–Kamis (12–13 Agustus 2026), di halaman sekolah. Kegiatan dibuka oleh Kepala SLB Negeri 2 Sumbawa, Burhanuddin, S.Pi., M.M.Inov. Peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan turut meramaikan kegiatan yang dikemas sederhana, tetapi penuh keceriaan.
Hari pertama, Rabu (12/8/2026), diisi dengan lomba memindahkan manik-manik, lari bola centong, dan memindahkan air menggunakan spons. Lomba memindahkan manik-manik menjadi salah satu permainan yang menghadirkan beragam cerita. Ada peserta didik yang begitu antusias hingga mencoba memasukkan manik-manik ke mulut dan segera diarahkan oleh guru. Ada yang memindahkan menggunakan kedua tangan, ada yang tetap mencoba sambil menangis, dan ada pula yang belum bersedia mengikuti permainan.
Bagi guru, setiap respons tersebut bukan sekadar bagian dari perlombaan. Ada anak yang membutuhkan waktu untuk memahami permainan, ada yang perlu mendapatkan pendampingan lebih dekat, dan ada yang belum siap mengikuti instruksi. Guru pun memberikan arahan dengan sabar tanpa memaksakan semua peserta didik harus melakukan permainan dengan cara yang sama.
Kemeriahan berlanjut pada hari kedua, Kamis (13/8/2026), dengan lomba lari karung, lompat balon, dan memukul kresek air. Saat lomba lari karung, ada peserta didik yang justru berlari ke arah lain, bukan menuju garis finis. Guru kembali mengarahkan dengan sabar. Sementara dalam lomba lompat balon, ada yang balonnya pecah lalu spontan berlari kembali sambil menangis. Ada pula yang sudah berhasil menjepit balon, tetapi belum mau bergerak.
Namun, kejutan tidak hanya terjadi selama perlombaan. Hasil akhirnya pun beberapa kali tidak terduga. Peserta didik yang terlihat ragu, membutuhkan arahan, atau mengikuti permainan dengan caranya sendiri ternyata mampu meraih Juara 1, 2, maupun 3. Ketika nama mereka dipanggil sebagai pemenang, ekspresi terkejut dan bahagia terlihat di wajah mereka. Mereka mungkin tidak menyangka bahwa permainan yang dijalani dengan cara masing-masing justru mengantarkan mereka menjadi juara.
Momen tersebut menjadi salah satu cerita paling berkesan dalam perayaan Agustusan tahun ini. Perlombaan bukan hanya tentang siapa yang paling cepat atau paling tepat mengikuti aturan. Di dalamnya ada kesempatan untuk mencoba, belajar mengikuti arahan, berinteraksi dengan teman, mengelola emosi, dan berani tampil di tengah suasana yang ramai.
Setiap peserta didik memiliki kemampuan, karakter, dan ritme yang berbeda. Ada yang langsung memahami permainan, ada yang membutuhkan pendampingan, ada yang berlari lurus, ada yang berbelok, ada yang berhenti, ada yang menangis, dan ada pula yang tertawa menikmati suasana. Perbedaan tersebut justru membuat halaman sekolah penuh warna dan menjadikan perayaan kemerdekaan terasa lebih bermakna.
Dua hari perlombaan akhirnya meninggalkan lebih dari sekadar daftar pemenang. Ada tawa, tangis, kejutan, kesabaran guru, dukungan teman, dan keberanian peserta didik yang menjadi bagian dari cerita. Juara 1, 2, dan 3 adalah pencapaian yang patut dirayakan, tetapi keberanian setiap anak untuk mengambil bagian juga merupakan kemenangan.
Dari halaman SLB Negeri 2 Sumbawa, semangat kemerdekaan tumbuh melalui hal-hal sederhana: berani ikut, berani mencoba, dan terus melangkah dengan caranya masing-masing. Sebab terkadang, kemampuan seorang anak baru terlihat ketika ia diberi kesempatan untuk mencoba.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
#LombaAgustusan #SemangatKemerdekaan #HumasEselbinas #SLBN2Sumbawa #Eselbinas #UnggulInovatifMantap #PembelajaranMendalam #BelajarBermakna